Daya Ungkit Bisnis Berupa Pikiran (Bagian 6)

Daya Ungkit Bisnis
Manusia diberikan pikiran oleh Tuhan untuk mengurusi kehidupan termasuk kehidupan bisnis. Pikiran tidak hanya ada dalam otak tetapi pikiran juga ada dalam hati. Pikiran sebagai prantara yang akan membimbing kita untuk menggapai kesuksesan hidup khususnya kesuksesan bisnis.

Banyak sekali orang yang tidak mengoptimalkan pikiran sehingga hasil usaha yang dilakukan pun tidak optimal. Untuk itu perlu memaksimalkan pikiran demi kesuksesan dalam hal ini sukses bisnis.

Saya akan mencoba bagaimama memanfaatkan pikiran untuk kesuksesan khususnya sukses dalam bisnis.

Untuk menjelaskan, saya akan memberikan gambar dahulu.
Dari melihat gambar di atas, apakah menggunakan wadah dalam ukuran yang sama dalam mengisi air?

Tentu tidak.

Karena wadah yang satu cuma muat 1 liter sedangkan wadah yang kedua muat 100 liter.

Apa maksudnya bila untuk kepentingan bisnis?

Untuk menjelaskan, saya ingin memperbandingkan antara kemampuan orang yang membangun warung dengan orang yang membangun mall.
Orang yang memiliki warung hanya memiliki wadah (pikiran) hanya pada kemampuan dalam membangun warung.

Sedangkan orang yang punya mall (supermarket) mempunyai wadah tentang kemampuannya membangun mall.

Kenapa ada orang yang sengsara dan ada orang yang kaya raya?

Bila bicara takdir kehidupan, memang begitu adanya. Tetapi alasan-alasan kenapa begitu bisa Anda selidiki.

Si miskin memang selalu menyempitkan pikirannya, entah memang ingin jadi orang miskin atau karena memang merasa dianggap sulit. Sehingga dengan keadaan pikiran seperti ini secara tidak langsung membuat ia tidak mampu memperoleh kekayaan berlimpah.

Contoh: Pekerja Miskin

Bila pikiran si pekerja selalu dipersempit, tidak berusaha terbuka, sudah memvonis ia tidak punya bakat menjadi pebisnis, maka pikiran tersebut akan menjadi kenyataan (realitas) bahwa ia benar-benar seorang pekerja yang miskin.

Sehingga, karena wadah alias pikiran dalam ukurang yang sempit, maka si pekerja tidak mampu menyerap isi yang di luar ukurannya.

Kalaupun seorang pekerja mendapat uang 1 miliyar, maka uang itu akan habis dalam waktu yang tidak lama.

Kenapa? karena ukuran pikiran tidak siap untuk menghasilkan uang berlebih alias banyak uang.

Cara si pekerja miskin itu hanya mempunyai pikiran sempit, tertutup karena memang dirinya selalu berkata yang menutup pikirannya. Seperti:
  • Saya ingin menjadi miskin yang bahagia
  • Saya tidak sanggup menjadi pebisnis
  • Saya hanya lulusan SD jadi tidak mungkin bisa mengerti sistem bisnis.
  • Saya tidak punya modal banyak jadi tidak mungkin saya bisa.
  • Sebenarnya saya bisa sukses jadi pebisnis, andai saja ada waktu untuk saya. Tetapi karena sibuk, saya tidak sempat melakukannya.
  • Dan bentuk-bentuk perkataan lain yang mendukung bahwa dirinya benar-benar tidak bisa menjadi pebisnis alias orang kaya.
Contoh: Pebisnis Dari Anak Tukang Becak

Bila pikiran si anak tukang becak selalu terbuka, memperluas pikirannya, menganggap ia sanggup membangun perusahaan walau sebagai anak tukang becak, maka pikiran tersebut akan menjadi kenyataan bahwa ia benar-benar seorang pengusahaan mobil, misal.

Bila ia mampu menghasilkan satu miliyar dari bisnis maka ia bisa mendapat lebih besar lagi bila ia terus memperluas wadah alias pikiran.

Cara pebisnis anak tukang becak ini selalu memperluas pikiran, membuka pikiran karena memang dirinya selalu berkata yang memperluas dan membuka pikiran. Seperti ini.
  • Saya sanggup menjadi pebisnis besar.
  • Saya hanya anak tukang becak, bisa jadi nanti menjadi bos mobil
  • Walau saya tidak punya modal besar, tetapi saya tetap cari bagaimana mendapatkan modal besar.
  • Bagaimana bisa sukses jadi pebisnis dengan terus menginvestasikan waktu untuk bisnis di samping mengurusi usaha kecil saya.
  • Dan bentuk-bentuk perkataan lain yang mendukung bahwa dirinya memang benar-benar bisa jadi pebisnis.
Dari kedua contoh di atas, antara si pekerja miskin dan pengusaha kaya, mereka bermain kata-kata dalam mempersempit atau memperluas pikiran.

Sebuah perkataan memang sederhana, tetapi ia mampu mempengaruhi kehidupan seseorang bila perkataan terus diulang-ulang.

Itulah sebabnya kenapa komunikasi menjadi salah satu sistem bisnis? Karena komunikasi sangat penting dalam mempengaruhi bisnis.

Sehingga Anda harus pandai-pandai mengelola komunikasi kepada Anda sendiri. Sebelum berkomunikasi dengan orang lain, Anda terlebih dahulu berkomunikasi dengan Anda sendiri.

Komunikasi Anda adalah gambaan pikiran Anda sekarang dan untuk kepentingan nanti.

Instagram @ubayzaman dan @arafahrianti (Runner Up SUCA 2 Indosiar)

Dapatkan Info Kiat Bisnis Terbaru Di Email Anda Senilai 250.000. Masukkan Email Anda, Gratis!